RSS

DNS ( BIND9 )

08 Apr

Hem, kali ini saya posting yang dujikan kesaya … hhe.. biasa soal ulangan produktif,,, nah buat temend yang pngen tau,, silahkan baca sepuasnya …

Dalam komputer, satu server nama (juga dieja nameserver) terdiri dari sebuah program atau komputer server yang mengimplementasikan nama-protokol layanan. Ini memetakan sebuah identifier dikenali manusia ke sistem internal, sering numerik, identifikasi atau komponen berbicara. Sebagai contoh, di Internet, sebuah kasus khusus dari server nama, jadi disebut Domain Name System (DNS) server, digunakan untuk menerjemahkan nama host atau nama domain (misalnya, ‘en.wikipedia.org’) untuk yang sesuai biner identifier (alamat IP 145.97.39.155), atau sebaliknya.

Menginstall Paket DNS bind9 :

  • server:/home/smkn1btm# apt-get install bind9
  • copy file db.local menjadi db.smkn1batam dan file db.127 menjadi db.19 dengan command: server:/home/smkn1btm#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.smkn1batam server:/home/smkn1btm#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.19
  • edit file named.conf dengan command : server:/home/smkn1btm# mcedit /etc/bind/named.conf
  • dan dan tambahkan script dibawah ini dan setelah itu save ( F10 : Y )

zone ”smkn1batam.sch.id” { type master; file ”/etc/bind/db.smkn1batam”; }; zone ”1.168.192.in-addr.arpa” { type master; file

Gambar 3.48 Konfigurasi named.conf44

  • Kemudian edit file db.smkn1batam dengan command : server:/home/smkn1btm# mcedit /etc/bind/db.smkn1batam
  • kemudian edit konfigurasi seperti screenshot dibawah ini setelah itu save ( F10 : Y )

Gambar 3.49Konfigurasi db.smkn1batam

  • Kemudian edti file db.19 dengan command : server:/home/smkn1btm# mcedit /etc/bind/db.19
  • kemudian edit konfigurasi seperti screenshot dibawah ini :

Gambar 3.50 Konfigurasi db.19

 

Save konfigurasi : F10 > yes

Restart bind9 dengan command :

server:/home/smkn1btm# /etc/init.d/bind9 restart45

Gambar 3.51 nslookup domain server:/home/smkn1btm# nslookup 192.168.1.19

Gambar 3.52 Testing nslookup ip-address server:/home/smkn1btm# dig @192.168.1.19 smkn1batam.sch.id

Gambar 3.53 Testing menggunakan dig

Cara kerja DNS

 

 

 

 

 

Bagaimana jika tidak ada DNS, kepala kita bisa pecah jika harus mengingat ratusan, ribuan, bahkan jutaan alamat IP di Internet. Kita manusia lebih mudah untuk mengingat nama daripada alamat IP dengan panjang 32 bit itu. Komputer menggunakan alamat IP untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Bagaimana menjembataninya? Disitulah gunanya Domain Name System (DNS).

Dengan adanya DNS, informasi host menjadi mungkin untuk diakses oleh komputer di jaringan maupun Internet.
Implementasi DNS pada sistem operasi Linux yang sering digunakan adalah BIND meskipun ada juga salah satu implementasi yang cukup baru dan juga banyak dipakai yaitu djbdns.
Walaupun banyak sejarah mengenai isu keamanan dan vulnerability-nya, banyak server DNS di dunia masih menggunakan BIND. Alasan yang mungkin adalah kebanyakkan para administrator server DNS tersebut lebih familiar dengan BIND daripada server DNS lain. Seperti halnya dengan penggunaan sendmail yang notabene merupakan server-mail yang punya konfigurasi cryptic daripada server-mail lain tetapi masih tetap digunakan dengan alasan familiar dan kebiasaan administratornya. Pandangan mengenai hal ini saya kembalikan pada administrator masing-masing lembaga atau perusahaan.

Secara sederhana cara kerja DNS bisa dilihat pada gambar berikut ini:


DNS menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS.

  1. Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.
  2. Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server  root server.
  3. Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.

Semoga bermanfaat:))

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 08/04/2011 in komputer

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: